Menjadi Muslimah Yang Dinanti (Bag. 2)

Lanjutan…

TO BE A HAPPY SINGLE

Mbak kapan nikah ?

Kenapa sih kok belum nikah juga? Pertanyaan-pertanyaan yang semisal itu telah aku

dengar ratusan kali. Dengan segala variasi susunan katanya. Dan dari puluhan orang

yang berbeda dalam. Susana berbeda, dan maksud yang berbeda dan ekspresi yang

berlainan pula. Baik langsung, leat e-mail ataupun chatting.

Tanggapannya, tentu saja berbeda pula. Memang pertanyaan itu makin sering kudengar

ketika usiaku diatas dualimaan dan dalam kenyataan bahwa anak-anak di sekitarku

yang sebaya denganku telah menikah pula. Dan kuyakin, semakin kesininya akan

sering kudengar pertanyaan itu. Tambah variasi mungkin malah ya�hehehe..kayak apa

aja�

Tidak di sekitar rumah, di lingkungan ikhwah, atau pun di kantor. Dan reaksiku

tergantung sekali siapa dan untuk apa pertanyaan itu dilontarkan. Kadang kesal,

kadang tertawa atau kadang biasa aja. Tidak perlu dijawab, cukup beri dia pertanyaan

balik. Dah..selesai. Khuznudhzon aja�pertanyaan itu sebagai tanda cintanya untuk

kita. (Cieeee�.pede aja lagi !)

Kenapa ya, aku kok belum nikah? Hehehe..aku juga tidak tahu kenapa. Ketika kata itu

terlontar, kadang kujawab, �iya..ya dhe�..kenapa ya Mbak belum nikah ? Tanya ke Allah

aja yukk�atau kalau yang bertanya orang-orang kantor biasanya kujawab dengan

tertawa sambil canda aja. �Lha..saya kan baik hati Bu orangnya�Kan nunggu barengan

sama Ibu�sama anak Ibu� seperti biasa, sambil nyingir aja.

Kalau dengan ikhwah, adik-adik misalnya yang bertanya, yah�.balikin aja

pertanyaannya ke mereka. Kenapa ya kok lum nikah ? Yah..ga tahu ya..bantuin dong

dhe��

Tapi kalau yang bertanya ummahat atau akhwat atau ikhwan yang sudah paham,

terkadang ujungnya jadi kesal. Seringnya seperti itu. Apalagi ketika dia sudah mulai

memperlebar pembicaraan dengan mengemukakan data yang menakutkan dan

menyalahkan kita. Misalkan dengan menceramahi, �Iya benar jodoh di tangan

Allah..tapi usaha kita Apa ? kalau tidak diambil-ambil akan tetap di tangan Allah.� Lha

memangnya aku disuruh pakai mik nya masjid..berhalo-halo aku aku ingin nikah tha ?

Kan aneh..kalau semua orang harus tahu apa yang kita ikhtiarkan selain doa.

Setelah itu disambung dengan daftar �kekhawatiran� usia melahirkan di usia segini tuh

resiko tinggi. Terus akan berkaitan dengan usia produktif seseorang. Ntar anti sudah

pensiun masih punya anak-anak kecil, terus biaya sekolahnya nanti bagaimana ? Lha

kok ya kurangkerjaan amat..tidak ditakuti saja kita sudah takut, lha ini kok malah di

tambah-tambahin.

Kalau sudah kesana ..biasanya aku seperti punya mainan. Mempertanyakan materi

keislaman yang pernah diterimanya. Bagaimana pemahaman dia tentang jodoh, takdir

Allah, tsiqobillah dia ke Allah dan juga tentang keadilan Allah. Palagi seperti dulu yang

heboh di �ucapan�..orang yang mengaku pengamal sunah nomer satu bahkan yang

diluar dirinya dihukumi sesat..kok masih seperti itu. Gimana pemahaman aqidahnya ?

Itu kan bukan hanya sekedar materi tetapi sesuatu yang pada akhirnya harus

diaplikasikan dalam setiap kehidupan kita. Sikap hidup kita.

Karena bawaanku itu ndableg, cuek dan easy going..mungkin orang itu jadi gregetan

kali ya. Tuduhan-tuduhan bahwa aku terlalu asyik dengan aktivitasku, dengan karirku

dan lain sebagainya, dipikir dengan itu semua jadi tidak ingin menikah. Padahal aslinya

ya sama aja..kadang bete juga.

Sebenarnya semua pertanyaan yang mereka lontarkan, apapun jawaban yang kita

berikan jadi serba salah. Karena sebenarnya yang mereka minta itu kartu undangan.

Tanggal ini lho aku nikahnya. Belum juga usiaku tiga puluh, sudah sangat sering

pertanyaan itu mampir ke telingaku. Lha bagaimana nanti ?

Apa ga habis waktuku untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu ? Kan mendhing

dicuekin aja kan ? Walaupun terus terang aku jadi enggan untuk lebih dekat dengan

orang-orang yang bermulut tajam juga usil. Bukan kenapa-kenapa, jaga hati dan

stamina ruhiyahku aja sih�

Semoga Allah menggolongkanku sebagai hambaNya yang bisa menjaga

khuznudhzonku kepadaNya. Aku termasuk orang yang sangat percaya bahwa apapun

yang Allah berikan padaku adalah sesuatu yang terbaik untukku. Memang mungkin

bukan yang terbaik menurut �kacamata� masyarakat umum, atau terbaik buat antum

yang sudah pada nikah dini, atau bahkan �kacamata� Ayah Ibuku sebagai orang yang

sangat aku cintai. Tapi itulah yang terbaik yang di berikan Allah untukku.

Allah menunda keinginanku untuk menggenapkan setengah dienku, karena kuyakin

Dia punya rencana besar dibalik itu semua. Sangat bisa jadi dengan tarbiyahnya.. Allah

ingin menguatkan sisi lemahku yang selama ini tidak aku sadari. Atau Allah ingin

menyiapkanku supaya aku siap dengan kehidupan didepanku. Allah Maha Tahu apa

yang akan terjadi dengan masa depaku, dan dengan kondisi seperti apa yang

dibutuhkan untuk melewati itu semua.

Juga bisa jadi, Allah menunda itu semua, supaya akhirnya aku bisa sekufu dengan

jodoh yang Allah persiapkan untukku. Semua hanya Allah yang tahu. Yang harus

kulakukan hanya memperbaiki kualitas diriku dari hari ke hari agar semakin baik

dimata Allah dan senantiasa kuznudzhon kepadaNya.

Aku bukan terus ingin agar akhwat-akhwat yang sepertiku (yang sampai sekarang

belum menikah) untuk mengambil sikap yang sama denganku. Kita jelas berbeda. Tapi

mungkin kalau aku boleh memberi masukan, terlalu sayang kalau waktu yang kita

punya habis hanya untuk memikirkan omongan orang. Memikirkan persepsi orang.

Lha wong�orang yang nakut-nakutin kita dan ngomong ga enak ke kita aja..sangat bisa

jadi dia sudah lupa dengan apa yang diucapkannya ..kok kitanya malah terjerembab

dalam ketakutan semua kita. Kekufuran, ketidaksabaran dan ketidaksyukuran.

Kawan..yang kuyakin, tidaklah Allah meringankan kaki seseorang datang kepada kita,

kecuali kita diharuskan mengambil hikmahnya. Pasti ada rencana besar dari Allah

untuk kita. Kuyakin, semua untuk kebaikan dunia dan akhirat. Hanya saja, kita

seringnya kurang bisa merasakanya.

Tidak ada yang menimpa kita, kecuali yang terbaik untuk hidup kita. Apapun itu. Pun

masalah jodoh tadi, yang sering membuat kita menjadi kufur dengan nikmat Allah.

Yakinkan dalam diri kita, bahwa apapun yang terjadi atas diri kita, adalah yang terbaik.

Kalau kita yakin, kita tidak pernah melakukan sesuatu yang Allah tidak ridho.Misalkan,

menolak pinangan laki-laki sholih yang datang tanpa alasan yang syar�i. Yakinlah

bahwa apa yang sedang kita alami bukanlah fitnah diri yang seperti yang dikatakan

oleh Rosullullah.

Ketika ikhtiar secara syar�i sudah di upayakan, juga doa tak henti dipanjatkan, tidak

perlu bersedih ketika jodoh itu belum juga datang. Tidak ada dosa bagi yang belum

menikah, berapapun usianya. Bukan aib bagi muslimah yang secara masyarakat umum

di katakan terlambat nikah. Semua hanya menjalani takdir masing-masing diri saja.

Yakinkan dalam setiap diri..bahwa Allah akan mempertemukan dengan seseorang yang

terbaik untuk antum. Dalam keadaan yang terbaik. Dan pada waktu yang terbaik pula.

Harus ada kesadaran dalam setiap diri bahwa keadaan setiap diri itu berlainan.

Karakter ujian yang diberikan untuk setiap manusia adalah, Allah selalu menguji kita

semua pada titik terlemah kita. Coba rasakan. Tahukah kenapa ? Tidak lain karena

Allah ingin melihat kita menjadi hamba Allah terbaiknya. Ketika menghadapnya kelak,

sudah tidak ada sisi lemah dalam diri kita.

Ada hamba yang diuji dengan kefakiran, ada yang di uji dengan pernikahan, ada juga

yang di uji dengan orang tuanya. Atau pun dengan jodohnya. Subhannallah..Allah lah

dzat yang Maha Tahu di mana letak sisi lemah kita. Dan Dia lah yang Maha Tahu mana

yang harus di kuatkan. Tetaplah jaga khuznudhzon kita kepada Allah.

Ketika kita tidak sabar minta di segerakan terangkatnya beban dari pundak kita,

sementara proses tarbiyah dari Allah tidak kita lewati dengan baik, yakinlah belum

tidak akan bahagia saat itu. Allah mempunyai takaran yang tepat atas segala Sesuatu.

Kawan..jika diri masih bergelut dengan ujian Allah, bersabarlah. Yakinlah Allah tidak

bermaksud selain hanya ingin melihat kita menjadi hamba yang paling baik ketika

menghadapNya kelak. Satu-satunya cara untuk menguatkan sisi lemah kita, hanya

dengan menguji kita. Itu saja. Allah tidak pernah dzholim dengan hambaNya. Bahkan

rahmatNya melangit luas untuk hamba-hambaNya yang patuh dan tunduk pada setiap

perintahNya dan laranganNya. Dan semoga kita termasuk bagian dari hamba terbaik

itu. Amien�! Wallau�allam bishowab !

Jember, 18102005 7:12

Buat qq..jzklh ya..udah mengingatkan aku akan sesuatu

untuk mbak piet,mbak dah,mbak lis..dan mbak2ku yg masih sorangan wae..afwan,

bukan maksud minterin..pi sepertinya sayang lho, kalau sampai harus kehilangan

keceriaan hanya karena hilangnya keridhoan kita akan takdir Allah..kalau Allah

menetapkan kita masih aja sendiri saat ini..pilihlah untuk jadi single yg happy…afwan

ya..tulisannya gue bgt githu lho…

Sumber: chattingku kmrn

MENYADARI KEHADIRAN PENOLONG KITA��..

Tidak usah sedih Ukh! Aku tidak papa kok.. Sakit ini kan yang ngasih Allah..suatu saat

pasti Dia akan mengabulkan do�aku, supaya Allah mengangkat beban ini dariku! Janji

Allah itu pasti kok!� Lucu kedengarannya, Ia yang sakit�tetapi justru Ia yang selalu

menguatkanku. Habisnya rembes sih setiap kali aku melihat keadaannya. Tinggal

tulang berbalut kulit.

�Anti tahu, mungkin belum saatnya Allah menyembuhkanku. Tapi Aku tidak perlu

sedih kan ? Dia selalu menolongku kok. Lihatlah..hampir setiap hari aku bisa melihat

anti dan saudari-saudariku yang lain. Aku mempunyai ayah, ibu dan adik-adik yang

setia bergantian menungguiku di sini. Anti lihat bapak yang di ujung sana itu.

Keluarganya hanya datang ketika malam hampir menjelang saja. Tak kulihat ada yang

menjenguknya. Juga Ibu di sana itu, hampir setiap saat beliau merintih, sepertinya amat

kepayahan � lanjutnya di sela suaranya yang lirih.

�Malah dengan sakit ini, banyak kebaikan yang aku peroleh. Bukankah hampir semua

buku anti sudah kubaca? Dan�sepertinya anti mesti siap-siap hafalannya ketinggalan

dariku. Setengah juz lagi..hafalan kita sama!� katanya sambil nyengir lebar.

�Boleh�kutunggu !� sahutku akhirnya walau dengan mata yang tidak bisa mengering.

Baru tadi Ibunya memberitahuku, kata dokter harapan hidupnya tidak lama lagi. Hanya

keajaiban yang akan meloloskannya dari maut katanya.

Mengingat apa yang tiada memang mudah. Terlebih sesuatu yang sangat kita

dambakan. Menjadi hamba Allah yang bersyukur bukan perkara yang mudah. Bahkan

Rosullullah sampai kakinya bengkak karena sholat malamnya saking inginnya menjadi

hamba yang pandai bersyukur..

Kita manusia�yang ketika satu kenikmatan tertunda, begitu mudahnya rasa syukur

hilang. Bagaikan embun yang tertimpa mentari, sulit mempertahankan diri.. Begitu

nikmat yang kita inginkan tertunda, seakan semua indra menjadi terpusat kesana.

Semua pandangan tertuju ke satu arah semata.

Memandang diri menjadi orang yang paling lara. Menganggap diri orang yang tidak

pernah bahagia. Sedangkan ketika ingatan menghitung kenikmatan orang lain, seakan

semua kemudahan itu justru menjadi milik orang lain. Bukan diri kita. Kalau sudah

seperti itu..alangkah sulitnya menjadikan hati penuh dengan kesyukuranNya.

Allah berjanji akan mengabulkan semua pinta. Apalagi yang terlantun di waktu-waktu

istimewa. Dan semua mengetahui..setiap janji Allah adalah pasti adanya. Dia tidak

pernah ingkar dengan janjiNya.

Kelemahan kita adalah..kita serignya tergesa dengan semua pinta. Inginnya tak

tertunda. Padahal Dia ingin mengabulkan pinta kita pada saat yang tepat! Dan Allah

mengetahui dengan pasti saat itu. Sedangkan nafsu kita selalu menginginkan do�a

terkabul selang tak lama dari kita memanjatkannya. Dan dalam bentuk yang nyata.

Kawan�kalau kita renungkan, ada yang indah dalam pertolongan Allah�dan anehnya

sangat sering tidak kita sadari. Kita tidak menyadari penolong-penolong dari Allah

tersebut. Berapa seringnya itu terjadi pada kita.

Allah menguji kita dengan kefakiran. Dan kita berdo�a secepatnya Allah mengangkat

kita dari ujian itu. Dari Lilitan Hutang misalnya. Saat itu seakan dunia begitu

menghimpit kita. Seakan hanya orang lain saja yang di karuniai kelapangan rizki.

Padahal kalau kita menyadari..sebelum Allah mengabulkan do�a kita pada saat yang

tepat suatu saat kelak.Lihatlah ! Dalam tenggang itu..Allah mendampingkan begitu

banyak kemudahan pada kita. Begitu banyak kenikmatan yang seharusnya tidak luput

kita syukuri.

Tidak kah kita sadari, dengan dipertemukan oleh Allah..orang yang meringankan beban

lilitan utang kita, atau dilunakkan hutang kita. Atau diperpanjangnya waktu pelunasan

hutang kita..itu semua adalah cara Allah untuk menolong kita.

Bahkan dipertemukannya kita dengan orang yg jauh lebih fakir dari kita..bukankah itu

adalah cara Allah untuk menguatkan kita?.. Sehingga mental kita tetap bisa

menanggung beban, karena ternyata masih ada orang yang lebih menderita dari kita

dan ia kuat!… Hingga pada saat yang tepat Dia angkat beban kita. Dengan dimudahkan

rizki, atau dengan jalan yang lainnya? Janji Allah tidak pernah salah. Dia adalah

Pengabul Do’a..Dia hanya ingin meninggikan kualitas iman kita. Itu saja ! Kebaikan

yang sering tidak kita sadari.

Juga masalah jodoh. Ketika saat itu belum tiba..seakan jiwa begitu berat

menanggungnya. Semua sakit seakan berkumpul disana. Seakan diri terlempar di

pojok-pojok kehidupan dan hanya orang lain saja lah yang berhak menerima

kebahagian itu.

Sementara do�a tak terhitung..mengalir bagaikan air bah. Diwaktu-waktu mustajabah.

Disisi lain kita meyakini Allah pasti akan mengabulkan do�a kita. Tetapi nafsu selalu

membisiki kita..kenapa selalu orang lain yang bahagia ?

Kawan�tidakkah kita sadari..bahwa Allah tidak akan menguji kita melebihi

kemampuan kita? Juga tidakkah kita yakini bahwa Allah akan mengabulkan do�a-do�a

kita? Begitu juga keyakinan kita atas takdir Allah..kemana semua atsarnya ? Tertinggal

di lembar-lembar catatan kah? Pada saat seperti inilah seharusnya ilmu itu kita

bunyikan.

Tidak kah kita sadari..bahwa Allah hanya ingin memberikan yang terbaik untuk kita.

Jodoh yang tepat dan juga pada waktu yang tepat pula! Dan dalam setiap hembusan

nafas kita�Allah selalu menghadirkan penolong-penolong untuk kita. Tidak kah

engkau sadari begitu besarnya kasihNya untukmu ?

Lihatlah..Allah melunakkan hati kedua orang tuamu..sehingga tidak pernah mereka

mendesak dan menyalahkanmu. Allah mempertemukanmu dengan orang-orang yang

senantiasa menguatkanmu. Allah juga menghadirkan orang-orang yang jauh lebih berat

bebannya daripadamu sebagai cermin, sebagai penguat dirimu.

Allah menjagamu dengan lingkungan yang membuatmu sibuk., sehingga beban bisa

engkau alihkan..walau kadang untuk sementara. Allah juga yang selalu memudahkan

semua urusanmu. Allahlah yang menghadirkan saudara-saudara seimanmu yang siap

menolongmu.

Kawan�Pandang sekelilingmu ..Alangkah indah semua rajutan skenarioNya. Alangkah

indahnya setiap kepingan-kepingan peristiwa yang Dia tata begitu indah sehingga

membentuk bingkai kehidupan yang tanpa cacat cela.

Kemanakah syukur dan ridho kita? Kemanakah bentuk khuznudhzon kita? Sementara

tidak ada cobaan yang dia berikan kepada kita tanpa Allah berikan penolongnya .

Kemanakah syukurnya ketika ujian itu pun adalah cara Allah menaikkan derajat

keimanan kita? Tidak ada sedikit pun yang tidak indah..ketika itu dari Allah.

Kawan�kuikut merasakan beratnya berkubang dalam ujian. Sakitnya seakan

menggores jiwa. Tak terperikan. Tapi kita adalah hamba yang berharap menjadi hamba

pilihanNya! Kita adalah prajurit-prajuritNya yang tertempa dengan tarbiyahNya. Tidak

ada yang tak indah dalam hidup ini. Ujiannya adalah kenaikan iman kita. Karunianya

pun adalah limpahan rahmatNya. Subhannallah.. Surga, ampunan dan ridho Allah

adalah janjiNya kalau kita bisa melewatinya.

Kawan�mari sadari penolong- penolong yang dirancang oleh Allah disetiap lingkaran

ujianNya. Jangan pernah berputus asa. Jadilah hamba Allah yang pandai bersyukur di

setiap nikmatNya�dengannya semoga surga, ampunan dan ridhoNya menjadi milik

kita. Amien ! Wallahu�alam bishowab !

Buat dhe vi dan dhe afri�setiap penantian pasti ada akhirnya..setiap perjalanan pasti

ada saat berhentinya. Keep istiqomah ya.. Dari bumi Jawa dengan sepenuh cinta untuk

kalian berdua�muach..muach deh pokoknya..hihihi..

Untuk seseorang Mas..yang menyadarkanku ttg pusat dukaku

sendiri..jazakkallah�kalo dirasa, ternyata sakit juga ya mas?…:-))

untuk seorang saudara �kembar� yg telah berbilang bulan terbaring sakit :

Syafakillah,..Aku juga yakin..suatu saat, janji Allah itu pasti akan tiba ! Bersabarlah

saudariku..

Sumber: curhat adhe2ku..juga kepingan dr kehidupanku

MENJADI MUSLIMAH YANG DINANTI

Terkejut juga mengetahui hasil angket yang kami sebarkan. Ternyata sambutannya

subhannallah sekali. seratus lembar angket yang kami sebar kembali dan hasilnya

seratus persen berminat mengikuti Pelatihan.

Sebenarnya semua masih konsep. Modul juga baru selesai setengahnya. Hanya

saja..karena penasaran bagaimana sih kira-kira antusiasme ummahat dengan rencana

kami? Kebetulan hari Ahad kemarin ada Dauroh, sekitar seratus lebih ummahat yang

mengikutinya. Saat itu kami gunakan untuk mengetahui minat mereka akan rencana

kami.

Yayasanku mempunyai ide untuk mendirikan Sekolah Ummahat. Dengan basis

kurikulum pelatihan. Tiga bulan selesai. Lulusannya akan mendapat sertifikat. Untuk

sementara kami baru siap menyelenggarakan sepuluh mata Pelatihan.

Dari Psikologi Anak, Memotong Pola dan Menjahit, sampai Perencanaan Gizi juga Studi

Gender semua kami siapkan. Dan subhannallah sambutan para ummahat itu sangat

antusias�banyak diantara angket yang berisi sepuluh pilihan pelatihan ingin diikuti

semua.

Memang ada rasa syukur di hati ketika mengetahui begitu antusiasnya sambutan

mereka. Tetapi sesungguhnya, kami sebagai penggagas konsep Sekolah Ummahat itu

harus pontang-panting memikirkan siapa orang yang berkompeten mengisi materi

tersebut.

Alhamdullillah beberapa mata Pelatihan�kami memiliki ahlinya. Beliau-beliau yang

mempunyai kafaah di bidangnya. Ketua Yayasan kami adalah Psikolog dan juga dosen

Psikologi. Juga Simpatisan kami ada yang mantan aktivis Fiminis sehingga untuk

masalah Gender beliau insyaAllah memang faham. Program ini pun atas usulan beliau

yang melihat� ternyata para Feminis telah mendirikan sekolah Gender. Adalah tugas

kita untuk mengcounter mereka, itu argumen beliau..padahal aku pun tidak ada

pengetahuan soal Gender kecuali sedikit.

Begitu juga�Dengan Ahli Gizi, Fisioterapi, Kegawatdaruratan..kami ada beberapa

ummahat dokter yang mahir di bidang itu. Juga kewirausahaan ..ada kader kami yang

memang muslimah yang telah berhasil di bidang ini. Beliau bahkan memimpin tiga CV

dengan jenis usaha yang berbeda, dan berhasil.

Yang menjadi masalah adalah�Pada mata Pelatihan Perencanaan Keuangan Keluarga,

kami sama sekali tidak mempunyai ahlinya. Ketika dengan semangatnya aku

menggambarkan kira-kira seperti apa model Pelatihan ini pun kami masih bingung

siapa yang pantas untuk mengajarkan. Aku hanya menyebut Safir Senduk, Ahmad

Gozali (keduanya Jakarta) atau Imam Supriyono (Surabaya). Padahal untuk mata

Pelatihan ini peminatnya banyak, malah urutan ketiga setelah Psikologi Anak dan

Konsoling Pernikahan.

Ada yang membuatku tersentak saat mematangkan konsep itu. Beliau-beliau sepakat

menunjukku untuk mengajarkan mata Pelatihan itu. Dengan dalih..latar sarjanaku

ekonomi akuntansi dan juga lulusan Jurangmangu.

Wah kok dibandingin ma Ahmad Ghozali sih ? Jauuuh banget dong� beliau kan dari

STAN..dan memang asyik ulasannya soal perencanaan Keuangan RT ini. Jelas aku

kelimpungan. Akhirnya dengan segala daya kumenghindar dari amanah itu sambil

menjanjikan mencarikan Ikhwan bapak-bapak lulusan STAN yang beberapa ada di

kantor lain di kota ini. Untuk sesi terakhir kita usahakan untuk diisi pak Imam

Supriyono.

Seringnya seperti itu. Kita yang berada pada disiplin ilmu itu tenyata ketika umat

membutuhkan kita tidak mampu memberikannya. Ada sedih di hati memang ketika

kusadari sepertinya ilmu yang Allah titipkan padaku tidak berbunyi pada akhirnya.

Semakin terharu ketika ummahat-ummahat yang kemudian mendapatkan kesempatan

untuk berbuat banyak kepada umat adalah beliau-beliau yang memang serius di

bidangnya. Mereka-mereka yang meluangkan waktu dan juga tenaga lebih banyak

untuk mendalami bidangnya. Spesialisasi itu di butuhkan pada akhirnya.

Mereka mampu mengindentikkan dirinya dengan satu bidang tertentu. Kalau ingat

Psikoloi, Ummahat di sini langsung tertuju ke Mbak Ketua Yayasan kami. Begitu juga

ketika ingat isu-isu Gender ingatan kami langsung tertuju kepada Simpatisan ini.

Subhannallah..

Adalah kesedihan ketika tidak ada yang bisa kita sumbangkan untuk umat padahal

sesungguhnya kita mempunyai kesempatan, hanya saja sifat malas kita saja lah banyak

mendominasi. Menyia-siakan kesempatan yang Allah berikan untuk kita. Menyiasiakan

investasi amal abadi kita.

Memang tidak ada kesalahan ketika kita memilih untuk tidak menjadi siapa-siapa.

Untuk sepenuhnya hanya berperan sebatas tembok rumah, juga bukan suatu kesalahan.

Tetapi mungkin yang menjadi renungan kita adalah kita di nanti masyarakat ini. Besar

mereka berharap kepada kita.

Aku teringat pesan seorang masyaikh da�wah ini�jadikan diri kita adalah pelayanan

masyarakat. Berguna dengan kehadiran kita dimanapun kita berada. Setiap datangnya

adalah kemaslahatan bagi umat. Setiap berlalunya ada kebaikan yang kita tinggalkan.

Dan..semua itu hanya bisa kita lakukan apabila kita mempunyai sesuatu keahlian

sehingga kita bisa meninggalkan sesuatu. Seorang yang fakir tentu tidak akan bisa

memberi. Yuukk..membina diri untuk menjadi Muslimah yang dinanti umat

ini…Wallahu�alam bishowab.

Sumber: konsep sekolah ummahat

KALAU ADA YANG TERBAIK ITU UNTUKMU

Sepertinya kita-kita ini mesthi bersyukur dengan semua kemudahan yang telah Allah

berikan kepada kita. Hidup di zaman sekarang sepertinya serba dimudahkan.

Perjalanan yang jauh bisa dipercepat. Makanan pun tak perlu diributkan. Dengan aneka

rasa dan macamnya tentu saja. Begitu juga dengan teknologi yang lainnya.

Dalam menyikapi kemudahan hidup kita, ada ajaran Rosullullah yang patut kita

renungkan. Ketika harta melimpah di tangan justru Rosullullah mulia dengan

kezuhudannya. Kehidupan Rosullullah dan juga istri-istri beliau adalah zuhud. Tetapi

kalau kita cermati�ada yang unik dengan penyikapan Rosullullah terhadap harta

dunia. Dan ini bisa menjadi renungan.

Rosullullah ketika itu menyangkut kenikamatan dirinya..dan cenderung membuat

dirinya terlena..beliau kita dapati akan berzuhud ria. Tidak ada kemewahan di dalam

kehidupannya. Baju beliau, sandal beliau, makanan beliau sederhana. Walaupun

makanan bergizi tinggi tetapi tidak pernah dalam kadar yang berlebihan. Apatah lagi

sampai bermewahan.

Tapi..mari coba kita ingat fasilitas yang beliau pakai untuk memudahkan jihad dan

da�wahnya. Semua dari jenis yang terbaik. Kendaraan dan pedangnya misalnya.

Al Qashwa, unta putih beliau adalah unta yang sangat tangkas, berkualitas tinggi, gesit,

kecepatannya mengagumkan dan sangat sehat.

Duldul, keledai beliau hadiah dari Muqaiqas sangat kita dan kukuh jalannya. Bahkan

berumur panjang hingga masa kepemimpinan Mu�awiyah ra.

Kuda beliau juga..terkenal sebagai kuda yang sehat, kuat dan gesit. Bahkan yang terbaik

di kalangan para sahabat.

Pedang Komandonya. Dzul Lujjain. Kualitas logamnya, ketajaman, tempaannya dan

kehalusannya tidak diragukan lagi. Bahkan ada yang menyebutkan beberapa kilogram

emas diperlukan untuk membuat suatu lapisan komando. Ini adalah bagian yang sangat

mengkilat jika tertimpa sinar matahari untuk memberi kode dan aba-aba kepada

pasukan di kejahuan. Bisa di bayangkan? Ia bukan sesuatu yang murah bukan?

Mungkin antum akan sepertiku yang mengambil kesimpulan bahwa apa-apa yang di

gunakan untuk jihad dan da�wah kita harus memilihnya yang terbaik. Jika ada yang

terbaik..itu kita berikan untuk da�wah.

Sabtu kemarin ada acara tasqif, tapi akhirnya acara itu akhirnya gagal diadakan.

Padahal baik pembicara dan pesertanya sudah datang dan berlimpah. Penyebabnya

sepele sekali. Ikhwan yang membawa kuncinya ternyata sepeda motornya mogok di

jalan. Maaf-maaf saja�sepeda motor yang dia gunakan memang sangat sering mogok.

Produk tahun sembilan puluhan awal memang. Sering sekali banyak kejadian yang

akhirnya menghambat kelancaran sebuah acara gara-gara sepeda zuhudnya.

Juga ..adikku sering sekali kena senewen Ikhwah. Baik teman kantor, kampus maupun

ikhwah teman pengajiannya. Pasalnya�HP yang dia gunakan ..entah apanya yang

rusak�kalo di telpon, HPnya terkadang tidak berdering. Padahal nomer kita sudah

masuk. Setiap tak rayu mengganti HP nya dengan yang lebih bagus�dia selalu ngeles

dengan alasan zuhud.Padahal Amanah dia cukup banyak.Baru setelah IPK turun dia

ada niat untuk mengganti HPnya.

Kalau itu untuk fasilitas jihad dan da�wah kenapa kita tidak berfikir untuk mengunakan

sesuatu yang berkualitas baik? Kenapa kita malah sering terbalik cara berpikirnya ?

Untuk sebuah kesenangan pribadi kita akan jor-joran. Pakaian, Tas Kantor, Dll�yang

itu hanya menjadi asset pribadi, kita berani membayar mahal? Padahal Ia nya tidak

menambah sedikit pun kapling kita di Surga kelak.

Aku salut dengan seorang dokter spesialis di kotaku sini. Seorang Ikhwah. Aktivitasnya

subhannallah sekali. Selain menjadi kepala UGD di RSUD..amanah da�wahnya ketat

sekali. Dan kulihat beliau membekalinya dengan fasilitas yang OK punya. Rumah yang

luas..dari istri beliau..aku tahu alasannya mengapa mereka memilih rumah yang begitu

Luas. Alasannya kalau ada acara-acara Ikhwah..bisa menggunakan Rumahnya.

Juga Mobilnya. Mobil jenis terbaru dan lapang. Alasannya ?..Biar bisa di pakai ikhwah

lain kalau ada acara-acara DPD dan urusan da�wah yang lainnya. Belum lagi komputer,

Laptop dan HPnya�semua dikerangka untuk kemanfaatan umat dan da�wah. Tetapi

kalau itu berurusan dengan kesenangan pribadi�gaya hidup beliau..tidak layak

sepertinya untuk ukuran dokter spesialis bedah syaraf. Karena terhitung sederhana.

Tidak sebanding dengan pendapatan beliau.Subhannallah.

Kalau ada yang terbaik�mari kita yakinkan dalam setiap diri kita..akan kita gunakan

untuk jihad dan jalan ini. Seperti Rosullullah dan Para Sahabat mengajari kita. Juga Para

Masyaik da�wah kita mengajarinya.Tetapi kalau itu untuk asset pribadi kita..mari kita

berzuhud ria. Dan Semoga dengan itu semua�kita mampu menambah kapling kita di

Surga kelak. Amien ! Bermanfaat untuk umat dan da�wah ini. Bukankah begitu?

Wallahu’alam bishowab !

BAHAGIA.KEMANA HARUS KUCARI ?

Kuterdiam mendengar curhat temanku. Sebenarnya ia bukan orang yang dekat

denganku sih..entah mengapa ia sering sekali menitipkan sebagian rahasia hidupnya

kepadaku. Kali ini Ia sedang mengeluhkan masalah suaminya.

Semenjak pernikahannya, ini yang keberapa kalinya ia curhat kepadaku. Dan aku selalu

hanya diam dan mendengarkan saja�dan sebenarnya tanpa memberikan solusi

apapun. Kenapa Ia begitu betah ya ? aku juga bingung ..

Pernikahan..yang oleh sebagian lajang di pandang sebagai sumber kebahagiaan ternyata

tidak tiap orang merasakannya. Coba buka tentang konsultasi keluarga baik di koran

dan majalah yang islami ataupun yang sekuler�begitu banyak orang yang bermasalah

dengan pernikahan. Terus dimana letak bahagia ?

Pernikahan�yang ianya sering dikejar bahkan sampai ada yang mengorbankan

idealismenya..mengorbankan apa yang ada dalam hidupnya..dan malah cukup banyak

yang sampai menggadaikan imannya demi setatus sebuah pernikahan.

Naudhzubillahimindzalik!

Juga�ada orang yang kusaksikan..selalu saja mengeluh tentang harta dunia. Hartanya

yang melimpah ..katanya tidak membawanya ke dalam sebuah kebahagiaan. Harta

baginya malah seperti air lautan..semakin ia reguk..semakin ia kehausan.

Dulu..sebelum mempunyai uang�ia membayangkan..pasti akan bahagia sekali

seandainya ia memiliki uang seratus ribu. Tetapi ketika seratus ribu di

tangannya�yang ia lihat adalah uang satu juta. begitu seterusnya. Tidak ada

kebahagian ketika harta menghampirinya. Terus kemana mesthi mencari bahagia ?

Begitu juga�ada sebagian orang yang mengangankan kebahagian ada pada

kekuasaan/karier. Tetapi kenapa ketika ia ada di pangkuannya�bukan bahagia yang

menyapanya ? bukan seperti angannya dahulu ketika kekuasaan belum

menghampirinya. Semakin tinggi karier yang ditapakinya justru seakan bahagia

semakin susah didapatnya. Terus bahagia..engkau dimana ?

Benar�lama aku merenunginya. Mugkin karena banyak orang yang menjadikanku

sebagai ajang curhatnya. Juga aku suka memperhatikan konsultasi di majalah-majalah

atau koran. Semua yang kulihat ada padanya..kenapa ia masih saja terlihat tidak

bahagia ?

Pernah kutanyakan kepada seorang nenek sepuh yang kulihat hidupnya sederhana .

Aku bertanya..apakah ia bahagia dengan apa yang ia jalani dalam kehidupan

ini ?…dengan suami yang �hanya� tukang becak..dan beliau sendiri penjual sayur

keliling�?

Anak-anaknya walaupun di kenal sebagai anak baik-baik..tetapi juga tidak sukses

sekali. Seperti cerita anak seorang tukang becak yang mampu membiayai kedua

anaknya menjadi orang-orang sukses. Menjadi pejabat pemerintahan. Bukan..bukan

seheboh itu..beliau biasa saja..tetapi kulihat ia bahagia.

Beliau berkata�Bahagia itu terletak pada kesyukuran !! Apapun yang Allah titipkan

kepada kita�kalau kita mensyukurinya pasti kita akan merasa tercukupi. dan kita akan

bahagia.

Kesyukuran�dengan berapapun harta yang ada pada diri kita membuat ia berlimpah

dan barokah dengan keterbatasannya. Kesendirian �dengan kacamata kesyukuran..kita

akan banyak melihat kebaikan begitu banyak di sana. Banyak yang bisa kita kerjakan

sebelum amanah itu akhirnya akan mendatangi kita. Juga dengan kesyukuran�apa pun

dalam hidup ini akan terasa ringan. Terasa mudah. Begitu dulu Ia berujar kepadaku.

Benarkah ?..wallahu�alam..tetapi bagiku..aku meyakini kebenarannya. Dengan

kesyukuran..kulihat apapun yang di takdirkan oleh Allah atas diriku semua adalah

yang terbaik. Ujian..adalah wujud sayang Allah yang akan membentuk kita menjadi

lebih baik. Kesenangan yang Allah titipkan kepada kitapun..akan menjadi kebahagiaan

ketika kita sadari dariNya.

Ketika bahagia�ada orang yang jauh lebih bahagia dari kita. Sehingga kita tidak

sombong. Ketika ujian menyapa kita ..Ia nya tidak akan membuat kita kecil hati..karena

masih sangat banyak orang yang diuji oleh Allah dengan ujian yang lebih.

Dengan kesyukuran�nikmat Allah akan berlipat ganda keberkahannya. Tapi ketika

ketidaksyukuran hadir di hati..hanya derita dan adzab Allah yang akan menyapa kita.

Wallahu�alam bishowab !

Sumber: pagi baruku..

LINGKARAN DENGAN SEBUAH TITIK DITENGAH

Anak-anak sekarang lihat ke papan tulis�.gambar apa yang kalian lihat ?� ujar Pak

Guru sembari menunjuk ke arah gambar di tengah papan tulis.

�Lingkaran yang di tengahnya ada titik !� serempak murid-murid menjawab pertanyaan

gurunya. Dan memang yang di terlihat seperti itu. Sebuah lingkaran penuh dengan

sebuah titik di tengah=-engahnya.

�Bagaimana kalau aku katakan�itu adalah gambar seorang petani di tengah lading

yang mengenakan caping bulat dan dilihat dari angkasa ?� kata Pak Guru.

Semua terdiam�dan mulai mereka-reka dan mengimajinasikan gambar itu menjadi

seorang petani bercaping.

�Atau bagaimana kalau aku katakan juga�gambar tersebut adalah donat yang di jual

Ibu Kantin yang karena terlalu banyak bahan pengembangnya sehingga lubang di

tengahnya tidak kelihatan lagi ? Bukankah itu menyerupai sebuah titik juga?� Pak Guru

melanjutkan uraiannya.

Begitulah�ketika kita melihat suatu benda�sebenarnya ia akan membentuk apapun

sesuai pikiran kita. Kita bisa melihatnya sebagai sesuatu yang berbeda. Sesuatu yang

terlihat lain dari persepsi yang di anut oleh banyak orang.

Dalam agama kita�banyak yang bisa kita temukan dalam bentuk yang seperti ini.

Melihat dari sisi yang berbeda. Tentu saja yang kita ambil adalah sisi positifnya. Yang

mendorong kita kepada amalan yang lebih baik.

Ujian atau musibah yang dalam bentuknya bisa berupa kefakiran, kesakitan dan

ketidakberuntungan bisa menjadi sisi yang sangat dirindukan dan sangat di nantikan

Karena sisi positif yang menyertainya.

Sakit..ketika kita sabar dan ridho dengan ketentuan Allah tersebut malah akan

membawa kita kepada gugurnya dosa-dosa kita. Semakin membawa kepada derajat

iman yang lebih baik.

Kefakiran �justru akan menyelamatkan kita dari api neraka Kalau kita mampu

menahan godaan dunia. Semakin banyak harta semakin banyak pula pertanyaan yang

akan kita pertanggungjawabkan kelak.

Begitu pula kesendirian kita. Belum datangnya jodoh kita bisa jadi itulah keadaan

terbaik di mata Allah untuk kita. Kita diberi kesempatan oleh Allah untuk mencari bekal

lebih banyak lagi�sehingga ketika tiba saatnya mempunyai amanah berupa suami dan

anak-anak,kita tidak gagap lagi. Menjadikan keluarga yang kita bina adalah keluarga

da�iyah dengan bi�ah yang sholihah.

Sering kita temui kisah dari para Salafus sholih�bagaimana mereka justru amat

merindukan ujian-ujian keimanan atas diri mereka. Bahkan kenikmatan yang datang

kepada mereka justru mereka hindari. Sapaan-sapaan itu mereka lihat sebagai bentuk

kasih sayang Allah atas dirinya.

Kusalut dengan antum semua�yang ketika di timpa musibah..masih bisa tersenyum

dan masih melihat karunia Allah masih lebih banyak daripada kesusahan yang

menyapa kita. Dan tidak menjadikanmu membabi buta. Kefakiran yang sedang

menyapamu tidak menjadikanmu kabur membedakan harta subhat atau haram dan

harta yang halal.

Belum datangnya jodoh di usiamu�tidak membuatmu tergelincir menapaki jalan yang

tidak Allah ridhoi. Engkau jalani semua itu dengan keridhoan. Engkau jalani dengan

keikhlasan hati. Dan engkau pilih mengisi hari-hari dengan mengejar ahsanu

�amalanmu. Mengejar amal terbaikmu yang saat ini paling mungkin engkau raih.

Kusalut kepadamu�karena belum tentu ketika aku yang di uji Allah sepertimu�aku

akan setegar dirimu.

Lingkaran dan sebuah titik di tengah. Orang bisa mengatakan itu apa saja. Begitu juga

dengan apa-apa yang terjadi di dalam kehidupanmu. Banyak orang yang akan

menangis, marah, kecewa, memaki, dan meratap ketika didhzolimi oleh orang

lain�tetapi ada orang yang justru dia tersenyum..bersyukur berterima kasih karena

dengannya menjadi penyebab gugurnya dosa dan menjadikan do�a tak terhijab

denganNya.

Lingkaran dengan sebuah titik di tengah. Seperti apa kita mau mempersepsikan, tidak

akan ada orang yang melarangnya. Tetapi yang kita harapkan tentu saja�ketika kita

memandang sesuatu�.kita mampu memandang sebagaimana layaknya orang beriman

memandang kehidupan. Seperti yang d kehendaki oleh Allah SWT dan juga Rosullullah SAW Bukankah begitu ?…Wallahualam bishowab !

Sumber: supaya Allah selalu menolongmu ..

Bersambung. . .

3 thoughts on “Menjadi Muslimah Yang Dinanti (Bag. 2)

    • asslamualaikum…
      af1, allah menguji setiap hambanya yang sholehah dan yang cantik, bagi yang mau bertaubat dihadapan-Nya…allah bi shawab,,, ana ingin.. tahu biodatanya,,,sukron…?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s