Menjadi Muslimah Yang Dinanti (Bag. 3)

lanjutan…

KEMUDAHAN YANG MELENAKAN

Kemarin ini aku nyungsep lagi. Walaupun tidak sampai mencium aspal..tetapi tetap saja

kakiku sakit juga. Nambah deh koleksi luka di kakinya.

Pengalaman nyungsep di jalan aspalku memang amit-amit deh ! Jari kaki dan tangan

seperti tidak cukup untuk menghitungnya. Aneh-aneh juga gaya nyungsepku. Bukan

hanya ketabrak dari depan..tetapi dari belakang, samping juga kadang selip sendiri

karena menghindari sesuatu. Walaupun akhirnya sama aja..sakit….tetapi tidak pernah

ada gaya yang sama. Kan seorang mukmin tidak bakalan terjebur pada lubang yang

sama kan ya ?..he..he..

Sebenarnya aku pernah merenung tentang hobiku nyium aspal. Ada apa sih ? pikirku

waktu itu. Padahal seingatku..kalo soal ngebut di jalanan..dari SMP dulu gayaku

memang sudah seperti itu. Tidak sabar kalo di jalan raya. Tetapi pengalaman nyium

aspal pertama kali (dan kemudian di susul dengan yang lain secara beruntun) justru

aku alami di sini. Dikota tempat penempatanku. Bukan di kota kelahiranku, Jakarta atau

di tempat lain. Di sini..di kota kecil di ujung pulau jawa ini.

Ada apa ya ? Begitu pikirku. Ternyata aku menemukan benang merah dari semua karir

nyium aspalku itu. Yaitu ketidakwaspadaanku. Di Kota kelahiranku, aku tidak pernah

nyium aspal..karena menurutku, tipe jalanan di kota pegunungan seperti kotaku,

membuatku harus terus waspada di jalanan sana. Jalannya tidak terlalu lebar, meliuk

dan tak jarang kiri kananku jurang. Walaupun ngebut tetapi aku waspada.

Juga di Jakarta. Disana walaupun jalanan rata, dan lebar..tetapi macet. Banyak

kendaraan, so, kalau tidak hati-hati bisa-bisa kita kelindas di jalanan. Itu menuntut kita

waspada ketika meniti jalanan di sana.

Tetapi di kotaku sini. Daerah sini datar. Jalanannya walaupun pelosok tetapi halus.

Lebar dan rata plus sepi. Memang sangat melenakan. Dan di sinilah karir nyungsepku

aku awali. Aneh- aneh penyebabnya. Semua Karena kupikir jalanan cukup aman untuk

ngebut. Tetapi tiba-tiba ada anak kecil berlarian keluar dari gang kecil di pingir jalan.

Pernah aku hampir nabrak kambing yang tiba-tiba berlari ke tengah jalan. Atau Becak

yang tiba-tiba muncul dari gang sempit.Pernah juga mobil pick up yang keluar dari

parkirnya tanpa dibantu tukang parkir.

Setelah aku membiasakan diri untuk waspada di jalan raya. Sesepi apapun jalan

tersebut..ternyata hasilnya cukup lumayan. Kejadian nyium aspalnya sangat jarang

terjadi. Tidak seperti dulu lagi.

Aku merasakan ..mungkin seperti itulah harusnya kita menyikapi kehidupan. Kehatihatian.

Dalam meniti hidup yang tidak lama ini bukankah kita diajari untuk waspada ?

Rosullullah menggambarkan hidup ini, ka raakibin istadzalla bi syajaratin tsumma

raahaa wa tarakaha. Seperti seorang musafir yang bernaung di bawah rindangnya

pohon, ia beristirahat tapi setelah itu ia tinggalkan pohon itu.

Oleh Karena itu Rosullullah memberi panduan agar hidup ini disikapi sebagai sesuatu

yang sementara. Kun fi dunya ka annaka ghariibun au�abiri sabiil. Hiduplah di dunia

seperti orang asing atau orang yang berada di perjalanan. Orang asing, selalu hati-hati.

Selalu waspada sebab ia belum mengenal seluk beluk daerah yang disinggahinya.Harihati

terhadap semua kemungkinan buruk.

Umar bin Khatab menggambarkan orang yang beriman dengan umpama orang yang

melewati jalanan yang penuh dengan duri. Ketika melewatinya, kita diharuskan untuk

berhati-hati waspada terhadap duri yang berserakan itu. Itulah orang yang bertaqwa.

Dunia, isinya adalah tipuan semata. Yang seharusnya kita waspada dengan semua yang

ada disana.Tetapi sering sekali justru kita malah menjadikan ia tujuan hidup kita. Tidak

peduli dengan cara apa kita mencapainya, seringkali kita tertipu.

Terlalu sering kita tertipu dengan kemudaan dan kesegaran kita. Hikmah yang

beterbaran di sekitar kita, sering sekali kita sikapi sebagai kebetulan semata. Kita tertipu

bahwa kematian hanya menjemput orang-orang yang sudah uzur semata. Kita seakan

dilupakan bahwa maut pun menjemput orang-orang yang sebelumnya masih tertawa

gembira. Masih becanda dengan orang-orang yang di cintainya. Tetapi rupanya mata

hati kita sering sekali terbutakan oleh semua itu.

Ketenangan hidup, kemudahan dan segala kenikmatannya teramat sering membuat kita

terlena. Maka aku tidaklah heran ketika Rosullullah, Para Sahabat dan juga para

salafusholih memilih kefakiran daripada harta benda yang melimpah.

Tujuan hidup kita di akhirat sana�bukan di dunia yang penuh kefanaan. So, mari kita

berhati-hati dalam meniti setiap jalanan takdir hidup kita. Yakinkan dalam setiap diri,

kemudaan dan kesegaran kita tidak akan bisa menipu kita dari maut yang senantiasa

membayang. Kemudahan hidup, perhiasan dunia, harta benda, anak-anak dan

istri/suami tidak akan memalingkan tujuan hidup kita. Mari kita berazzam bersamasama

untuk itu�selalu memilih jalan da�wah dan jihad sebagai pilihan kita. Dan kita

harus menitinya dengan segala kewaspadaan kita. Wallahu�alam bishowab !

Sumber: iseng aja..

XL GIRL SIAPA TAKUT ?!

Beberapa hari ini aku di rayu terus menerus oleh ibu-ibu kantor untuk ikutan senam.

Selain biar sehat�tubuh jadi langsing katanya. Aku yang dasarnya tidak menyukai

kegiatan seperti itu..hanya nyengir saja. Paling tak guyoni�kalau senamnya perempuan

semua dan lagu pengiringnya..nasyidnya Izzis atau Ar Ruhul Jadid aku mau�!!

he..he..tapi mokal ya ? Dan sepertinya jadwal renangku sudah cukup membuatku sehat

deh..

Alasan sebenarnya�kalau mereka tahu mungkin bisa membuat senyum. Aku

mempunyai keinginan. Mungkin bagi banyak orang�keinginanku ini terasa lucu. Tapi

memang itulah yang ada dibenakku. Aku sendiri juga bingung kalau di tanya ..kok

bisa ? Biasanya aku hanya nyengir saja. Dan tidak melanjutkan keteranganku�keqi

kalau ditertawakan.

Aku Ingin menjadi Perempuan yang punya bentuk tubuh ndut !..iya�ndut !..tuuuhh

kan ?..pada heran kan ! Aku menyukai wanita dengan tubuh ukuran di atas kewajaran.

Istilah halusnya XL GIRL ! Walaupun memang ga sembarang bulat sih.

Tahu kenapa aku begitu inginnya punya badan berukuran XL ? Dari kecil aku terkesan

dengan wanita yang mempunyai ukuran ekstra ini. Perempuan yang mengasuhku

sewaktu kecil badannya gendut. Sedangkan Ibuku..badannya kecil. Istilah kerennya

langsing.

Aku menyukai tubuh pengasuhku yang gendut. Aku merasakan kehangatan saat

bergelayut di pangkuannya. Ketika di peluknya. Ada kenyamanan disana. Bahkan

sampai sekarang�kalau aku pulang ke rumah�begitu melihatku beliau langsung

memelukku dan menciumiku�tidak berduli aku masih berbau ga karuan karena

perjalanan jauh�dan juga tidak berduli aku sudah hampir kehabisan nafas karena

pelukannya.

Begitu mulai belajar mengenal orang lain �Allah mempertemukanku dengan banyak

wanita yang berbadan ekstra. Yang aku kenal adalah mereka orang-orang yang

ramah..grapyak�dan selalu ceria. Dari teman sepermainanku bahkan sampai sekarang

ketika aku bekerja yang jauh dari kampung halaman. Bahkan beberapa adik binaanku

mempunyai ukuran badan ekstra�tetapi kulihat justru merekalah yang selalu tampil

sumringah. Hampir tidak pernah kusut wajahnya.

Wajah ramah�sumringah�tulus dan menyenangkan. Seakan kehidupan berjalan tanpa

beban. Mungkin antum akan protes�tidak juga tuh�! Aku tidak berduli�aku hanya

ingin mengenal mereka seperti sekarang aku mengenalnya. Mereka adalah pribadipribadi

yang hangat. Itu saja !

Tetapi entahlah�banyak cara yang kucoba untuk memelarkan badanku..tetapi tidak

terlalu sukses. Hanya manjur saat masih kuliah di jurangmangu. Saat itu adalah saat

yang paling aku sukai. Dengan pipi bulat dan badan yang tidak bisa di bilang kurus.

Sekarang mah boro-boro..setiap pulang ke rumah pasti bapak ibu protes karena

kekurusan katanya. Ibuku memang punya selera yang sama dengan aku. Suka dengan

wanita berbadan ekstra.

Melihat mereka�aku semakin yakin..bahwa Allah selalu memberikan keindahan lain

yang bahkan orang lain tidak memilikinya. Kebanyakan wanita..terlalu sibuk memoles

yang tampak�sedangkan kepribadian yang tersembunyi terlupakan. Apalagi di jaman

materialistik yang semakin menggila ini.

Perhatikan dunia materi kita. Iklan apa yang tidak menggunakan tubuh

wanita ?…Hampir tidak pernah ada. Wanita sudah menjadi bagian dari industri itu

sendiri. Dan bukan wanita dengan tubuh yang sembarangan pula..pasti yang

ehem..ehem..kalaupun ada yang menggunakan wanita berbadan ekstra sebagai

modelnya….kebanyakan menjadi bahan lelucon atau cemoohan.

Makanya aku salut dengan mereka. Dengan keceriaan hidupnya yang tidak terbebani

stikma masyarakat ..bahwa wanita yang mempunya nilai jual tinggi adalah mereka

yang mempunyai ukuran badan ideal.

Islam menginginkan�semua wanita terlihat kemuliaannya. Tentu saja sebagai hamba

Allah. Yang tidak mudah mengumbar aurat yang ujungnya hanya memuaskan laki-laki

yang belum tentu menjadi suaminya. Wanita yang sibuk memoles kepribadiannya.

Yang sibuk mentarbiyah dirinya.

Agar ketika orang melihatnya�bukan lagi tubuhnya yang menjadi ukurannya..tetapi

kemuliaan yang dimilikinya�seperti ungkapan salah satu murid sufi ternama Rabiah

Al Adawiyah tentang gurunya ini�Ia bertutur..�Saat kami berada di dalam majelis

Rabi�ah dan menyimak pelajarannya, kami sering lupa bahwa dia adalah seorang

perempuan�

Pernyataan itu bagiku luar biasa�Rabi�ah dilihat bukan karena ia wanita..bukan karena

perhiasan dunia yang menghiasinya..yang Allah titipkan padanya�tetapi karena

kemuliaan yang di miliki Rabi�ah !

Mari kita tarbiyah diri kita sebaik-baiknya�dengan kesungguhan hati. Agar manusia

melihat kemuliaan kita..bukan fisik dan kekayaan kita semata. Dan juga kita semakin

cantik di hadapaan Allah. Semakin istimewa ketika kita harus menghadapNya kelak..!

Menjadi wanita yang hanya ampunan, ridho dan surga Allah lah yang menjadi tujuan !

Wallahu�alam bishowab !

buat sodari2ku yg di karuniai Allah badan XL…napa mesti minder ?..yg penting

sholihah n sehat kan ?..syukuri aja…Allah pasti akan menambah kenikmatan itu…so,

keep istiqomah yuukkk…!

Sumber: berpikir berbeda..

TERBANGKAN LAYANG-LAYANGMU

Oleh : Atik

Kalau ada permainan yang aku sukai waktu kecilku adalah menerbangkan layanglayang.

Permainan di musim kemarau yang berangin. Ditanah lapang dekat rumah.

Bersama kakak dan adikku serta teman-temanku yang kebanyakan anak laki-laki.

Aku suka sekali permainan ini. Padahal aku tidak bisa menerbangkannya. Kendali

layang-layang aku ambil setelah layang-layang sudah diatas awan. Yang menaikkannya

Mas atau adhe laki-lakiku. Aku selalu mencari enaknya saja. Kalau mereka kesusahan

menerbangkan layang-layangku�aku mulai usil meneriakinya�payah ! padahal aku

sendiri tidak pernah berhasil menerbangkannya.

Ada kalanya aku adu layanganku dengan layang-layang teman-temanku� kalau sudah

mulai bosen memegangi layang-layang yang sudah stabil terbangnya. Beberapa kali

menang�seringnya kalah. Pulang nangis dan mulai merengek minta uang lagi untuk

membeli layang-layang baru.

Layang-Layang�permainan yang sekarang justru di gemari oleh banyak kalangan.

Berbagai lomba bertaraf internasionalpun di gelar. Berbagai warna, ukuran dan bentuk.

Langit begitu semarak dengan kehadiran laying-layang ini. Dimainkan oleh bermacammacam

usia. Dari yang masih anak-anak sampai yang sudah tua.

Bermacam apapun permainan layang-layang�.ada satu kesamaan. Yaitu cara

memainkannya. Ia di mainkan dengan muka tengadah�bukan menunduk. Dengan

muka optimis bukan pucat lesu.

Ia terbang dan melayang dilangit-langit yang luas. Ia berayun seirama angin yang

meniupnya. Ia terbang membumbung tinggi. Semakin tinggi menggapai awan.

Kawan�Kalau Layang-layang ibarat cita-cita�terbangkan cita-citamu setinggi awan.

Tataplah ia dengan muka tengadah�dengan muka optimis. Terbangkan semampu dan

sepanjang tali yang engkau punya.

Ibarat tali�Allah memberikan potensi di setiap diri kita. Sepanjang atau sependek yang

kita ulurkan hanya bergantung seberapa besar kemampuan kita mengulurnya. Seberapa

besar nyali kita membiarkan layang-layang cita-cita kita membumbung tinggi.

Kawan�.terbangkan cita-citamu setinggi engkau mampu. Gunakan setiap potensi yang

Allah titipkan kepada diri kita semaksimal mungkin. Karena engkau istimewa dibalik

penciptaan Tuhanmu�maka buatlah engkau istimewa saat harus menghadap

kepadaNya. Ulurkan semampumu..jangan biarkan talimu hanya menggulung diam di

genggaman tanganmu.

Kata Hasan Al Banna�mimpimu hari ini adalah kenyataan hari esok. Mari buat mimpi- mimpi

indah kita dan mulai terbangkan cita-cita kita. Kita ulur tali titipan Allah

sepanjang layang-layamg menerbangkannya.

Engkau begitu istimewa dengan potensi karunia yang Allah berikan. Mari kita

terbangkan bersama. Kesana�ke langit biru cita-cita kita. Dengan muka

tengadah�dengan izzah umat yang seharusnya kita miliki. Dengan opimisme yang

pasti kita punya kalau kita mau menggalinya.

Demi izzah ummat ini�demi kemuliaan dien ini�juga demi ridho, ampunan dan surga

Allah..kita terbangkan layang-layang cita-cita kita sekarang juga�dengan optimis dan

muka selalu menengadah..Jangan pernah berputus asa�.Karena Engkau begitu

istimewa !!

Wallahu alam bishowab !

buat adhe2ku semua…novi,afri,luki,feni..semuanya deh…kita2 terbangkan layang2 kita

yuuk..

Sumber: layang2 masa kecilku…

MENANTI PANGERAN IMPIAN

Apa yang terbayang ketika antum semua membaca kisah hidupnya Nabi Muhammad

SAW�Umar bin Abdul Aziz�.atau tentang Nabi Isa ?…Ya, mereka semua adalah lakilaki

yang telah menoreh sejarah�Namanya abadi di lembaran sejarah. Yang membuat

kita kagum.

Tetapi pernahkah kita berpikir�siapakah wanita yg berada di balik keagungan namanama

di atas? Yang mengantarkan mereka menjadi pengisi tinta sejarah ummat ini?

Inilah mungkin yang ingin aku renungkan. Sebuah kesholihan wanita yang dari darah

dagingnya menitis seorang anak.

Pada lintasan sejarah, gadis penjual susu itu hanyalah satu nama dari begitu banyak

nama wanita-wanita sholihah yang mampu melahirkan generasi-generasi Robbani.

Sebutlah Maryam..yang menjaga diri dengan beribadah dan bermunajat kepada Allah.

Juga Aminah ..ia adalah bunga suku Quraisy yang terkenal karena menjaga

kehormatannya.

Ada apa dengan wanita-wanita itu ? Sehingga Allah memilihnya menjadi wanita-wanita

terhormat karena dari rahimnya lahir generasi-generasi robbani ? Generasi �generasi

penyelamat kaumnya yang mampu menunjukkan kebenaran illahi. Pun, mereka

menjadi pewarna sebuah peradapan pada masa dimana mereka hidup.

Pertanyaan sekaligus harapan yang mengendap di hatiku�mampukah dari rahim ini

lahir generasi-generasi robbani yang bisa dibanggakan? Tidak usahlah seperti umar bin

abdul aziz atau Nabi Isa..terlebih-lebih Nabi Muhammad SAW, tetapi paling tidak

mereka kelak mampu membuatku tersenyum bangga, kebanggaan yang hakiki. Sebab

mereka adalah anak-anak yang menjadikan Allah sebagai tujuan hidupnya.

Mereka bangga dengan keislamannya dengan berusaha memberi manfaat kepada

manusia lain. Membayangkan itu saja, rasanya tiba-tiba semangat menikah

membuncah, memenuhi relung-relung hati yang sering merasa malu dengan kehadiran

sebuah hasrat penuh misteri.

Tetapi aku sadar bahwa sebesar apapun semangat itu, jika Allah belum berkehendak

maka masa pernikahan itupun tak datang padaku atau siapapun. Aku juga tidak ingin

melanjutkan pertanyaan itu menjadi..kenapa aku belum menikah ? atau kenapa Allah

belum memberi jodoh ?

Justru aku berpikir bahwa aku harus mampu memanfaatkan kesempatan ini untuk

mendidik diri agar menjadi wanita shalihah agar kelak rahim ini mampu melahirkan

anak-anak mulia dan sholih. Tentu itu bukan semata persoalanku semata tetapi

persoalan semua akhwat mu�minat yang sampai saat ini Allah belum mempertemukan

dengan seseorang laki-laki sebagai jodohnya.

Akhwat mu�minat, aku yakin kita semua memiliki mimpi yang sama. Mimpi untuk

membentuk keluarga sakinah dan melahirkan generasi rabbani penerus cita-cita umat.

Generasi yang menjadi penghasung risalah mulia yang telah di wariskan oleh para

Rasul dan Anbiya.

Namun masalahnya, apakah kita sudah memahami, untuk melahirkan generasi rabbani

penerus ummat itu, merupakan perjuangan keras tak kenal lelah? Perjuangan itu tidak

hanya pada saat kita menikah, melainkan jauh sebelum kita memasuki mahligai

pernikahan.

Menunggu ! Adalah pekerjaan yang sangat menjemukan dan sekaligus

menjengkelkan ..kata sebagian orang. Dalam banyak hal memang selalu begitu. Pun saat

menunggu saat pernikahan. Saat datangnya pendamping perjuangan. Betapa

pergulatan rasa sedemikian beratnya sehingga raga pun merasa payah dan tak berdaya

menanggung beban itu. Sakit ! Itu mungkin ekspresi raga saat menanggung beban itu.

Ditambah lagi usia yang kian bertambah saja�tanpa sedikitpun berhenti

sejenak�Putus asa pun menambah genangan su�udhzon kepada Allah.

Akhwat mu�minah�tapi aku yakin..tidaklah demikian dengan kita. Kita memang

wanita seperti yang lainnya, yang kata orang sering di dominasi perasaan. Mudah larut

dalam logika rasa. Tetapi harus diingat bahwa kita adalah wanita dengan keimanan

yang mendalam kepada Allah. Dengan keimanan itu kita gantungkan tali harapan

kepadaNya. Bahwa kita meyakini Allah Maha mengatur dan mendengar suara para

pendo�a seperti kita. Bahwa sekecil apapun peristiwa di muka bumi ini tidak pernah

lepas dari pengaturanNya.

Semua telah diatur dan ditata oleh Allah sedemikian rupa. Dan Dia Maha Sempurna

dalam menentukan yang terbaik bagi seorang hamba. Demikian pula dalam pernikahan.

Itu adalah teramat mudah bagiNya. Kalau pun memang saat itu belum juga datang, kita

harus tetap menjaga huznudhon kepadaNya. Dibalik semua itu pasti ada hikmah untuk

kebaikan kita.

Dalam penantian tanpa batas ini�karena hanya Allah Yang Maha Tahu�maka

hendaklah kita manfaatkan kesempatan ini untuk mempercantik diri, memperbaiki

kualitas di hadapan Allah.

Hendaklah kita habiskan detik dan menit dalam hidup kita untuk melakukan amal

sholih,untuk beribadah kepada Allah. Bukankah itu adalah tugas utama kita?

Hidupkanlah munajat kepadaNya. Tengadahkan hati dan wajah kita hanya kepadaNya.

Lupakan sejenak persoalan dunia seolah-olah maut menjemput esok. Tumpahkan beban

jiwa. Sampaikan pengharapan-pengharapan kita. Akui dengan jujur dosa yang

menghalangi hidayah kebenaran Illahi. Sertakan airmata sebagai pertanda kesungguhan

dalam pengharapan dan pengampunan pada dzat yang maha sempurna kasihnya.

Akhwat Mu�minat, lembutkanlah hati dengan senantiasa membiasakan dzikir baik

dengan lisan atau hati kita. Pada saat sendiri atau ditengah hiruk pikuk keramaian

manusia. Dengan begitu kita tak akan mudah larut dalam logika kemanusiaan kita.

Saat persoalan dunia menghimpit, ada Allah yang senantiasa kita ingat bahwa Dialah

tempat berawal dan kembalinya masalah. Bahwa kemudian tumbuh keyakinan bahwa

Allah tidak akan pernah membebani makhluknyaNya dengan sesuatu di luar batas

kemampuannya.

Pada saat kemudahan hidup kita kita tidak mudah lalai sombong atau bahkan berkacak

pinggang. Ada Allah yang meminta kita mempertanggungjawabkan setiap amal kita.

Akhwat Mu�minat, mari kita jelang masa pernikahan dengan prestasi gemilang karena

kita mampu mengisi masa penantian ini dengan keimanan terhadap takdir Allah.

Bahwa Allah pasti memberikan yang terbaik bagi setiap diri kita. Kebahagiaan dan

kesedihan adalah logika manusia. Semua menjadi indah dan penuh makna karena

kesediaan kita terhadap garis ketentuanNya.

Satu yang senantiasa harus kita ingat bahwa anak yang lahir dari rahim kita, mereka

adalah manusia masa depan. Kepada mereka kita menitipkan segala harapan. Seperti

apa peradapan yang akan berlaku di muka bumi ini akan sanagt bergantung pada

mereka. Warna apa yang hendak mereka torehkan ..itulah dunia !!

Dan aku yakin bahwa semua kita mengingikan bahwa Islam yang akan menjadi warna

peradapan dunia ini. Aku Yakin itu ! Maka agar dari rahim ini lahir generasi rabbani

nan sholih yang menghasung peradapan Islam, adalah sanagt penting kita dapat

menegakkan keshalihan pribadi terlebih dulu. Wallahualam bishowab !

Sumber: nikah dan tantangannya

MO MENIKAH ? SABAR DONG !!

Ketika kita di uji oleh Allah�di timpa musibah, perintahnya adalah ishbiruu (bersabar),

karena cobaan itu datangnya dari Allah. Ketika kita di timba musibah di atas musibah,

maka di suruh ishbiruu wa shabiru(bersabar diatas kesabaran). Dan ketika masih saja di

uji oleh Allah, maka tunjukkanlah fashabrun jamiil (kesabaran yang indah).

Kita bersabar ketika menjalankan ketaatan. Kita bersabar pula disaat menghindari

maksiat dan kita mesti bersabar ketika di timpa musibah. Karena sabar adalah senjata

orang beriman , sebuah system pertahanan yang tiada bandingannya.

Begitu mudah kan teorinya ?…ketika kita Ngaji, materi itu akan gampang sekali di

hafal..dan rasmul bayannya(bagan panahnya) juga tidak banyak ..bagi yang oleh Allah

di titipi otak sedikit cair..tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk menghafalnya.

Ketika kita dihadapkan dengan cobaan Allah�.teramat sering apa-apa yang kita baca,

kita terima di majlis-majlis ilmu tidak membekas sama sekali. Padahal atsar dari

tarbiyah kita�atsar dari pengajian kita mewujud pada saat- saat seperti ini. Pada saat

kita di hadapkan pada realita kehidupan. Mampukah kita bersabar dengan apa-apa

yang Allah ujikan pada diri kita ?

Diantara kita mungkin ada yang di uji oleh Allah dengan sempitnya rizki. Walaupun

setiap awal bulan kita menerima gaji, juga TC..tetapi bukan berarti kita tidak merasakan

sempitnya rizki Allah. Kebutuhan yang ada sepertinya lebih besar dari pada

pendapatan yang masuk. Keluarga sakit�Biaya pendidikan yang tidak ada habishabisnya..

tuntutan istri yang bikin pusing kepala..cicilan bank dan koperasi yang

sampai melimitkan gaji kita. Disaat inilah kita harus bersabar.

Karena disana akan ada godaannya. Sindiran orang tua atau orang-orang terdekat kita

yang membandingkan dengan orang-orang yang hanya �pegawai negeri biasa�..sedang

kita pegawai pajak yang di masyarakat disindir sebagai gudangnya uang�tetapi masih

saja menjadi kontraktor�kendaraan masih model tahun tujuh puluhan (kasihan amat

sih rek !)..isi rumah juga belum bisa di bilang layak. Disinilah Isbiruu wa shabiru kita

mewujud. Materi tarbiyah kita menampakkan atsarnya(bekasnya).

Juga ketika kita dihadapkankan oleh Allah dengan masalah jodoh. Sering sekali apa-apa

yang kita terima di pengajian hanya sebagai teori belaka yang cukup di simpan di

lembaran-lembaran catatan kita. Keyakinan bahwa jodoh siapapun telah di tetapkan

sebelum hamba Allah tersebut di lahirkan. Dan juga larangan Allah untuk tidak

mendekati zina..hanya sebagai peringatan yang akan kita bacakan apabila kita

mensehati orang lain. Sedangkan bagi diri kita tidak membekas sebagai perilaku.

Pengetahuan hadist dan juga ayat-ayat tentang hal tersebut tidak mewujud dalam

perilaku kita. Kita di suruh bersabar�hatta dalam ikhtiar kita. Menikah yang di sebut

sebagai setengah dari Dien�bagaimana kita akan berharap nilai-nilai syariat tegak

disana kalau kita mengawalinya dengan sesuatu kemaksiatan yang Allah

membencinya ? Bagaimana sakinah mawadah wa rahmah akan terbentuk sedangkan

pintunya kita lewati dengan murka Allah ?

Di sinilah Sabar kita akan terlihat. Tetapi juga bisa jadi seorang hamba Allah bukan

hanya cukup dengan level sabar semata..tetapi juga Isbiruu wa robitu..karena bisa jadi

kita bisa bersabar, tetapi bagaimana dengan orang-orang yang kita cintai ?..seringsekali

kita tidak mampu mengahadapi airmata orang-orang yang kita cinta. Misalkan Ibu

dengan sangat demontratif menuntut kita untuk segera menikah.

Atau kesabaran kita harus sampai pada tahap fashabrun jamiil..kesabaran yang

indah�karena bisa jadi bukan karena kita tidak ada kesempatan. Kalau kita di suruh

bersabar dengan harta benda..karena memang kesempatan itu tidak ada..akan

meringankan kita. Tetapi ketika uang rizwah, syubhat berseliweran di depan

kita�berada di laci kerja kita…bukankah kesabaran sudah sampai puncaknya ?

Juga ketika berhadapan dengan masalah jodoh..kita bisa bersabar kalau misalkan tidak

ada yang melamar. Tetapi bayangkan seandainya Ibu menuntut kita Karena memang

yang datang melamar datang bukan hanya sekali. Sedangkan selain belum jodoh..yang

kita butuhkan bukan hanya harta, fisik tetapi juga idealisme tegaknya hukum Allah di

tengah keluarga yang kita bentuk�dan alangkah sulitnya memahamkan idealisme itu.

Bukankah hanya shabran jamiil itu yang harus kita lakukan ?

Dan..dalam kehidupan kita..akan sangat banyak hal yang kita temui. Masalah anak,

masalah istri dan lain-lain�yang kita butuhkan hanya bersabar. Dan menguatkan

kesabaran kita sehingga menjadi kesabaran yang indah.

Rentang sejarah menyediakan uswahnya yang bisa kita teladani�Sabarnya Ayup

menanggung kematian anak ,kemiskinan dan di tinggal istri juga penyakit yang

menghancurkan fisiknya. Kesabaran Ya�kup yang kehilangan Yusuf dan juga Bunyamin

yang Karena kesedihannya matanya hampir buta. Juga kesabaran keluarga Ibrahim

dalam mentaati perintah Allah SWT.

Juga tidak akan terlupa teladan Nabi Muhammad SAW ketika di Badar..ketika di

Thoif..ketika menghadapi tuntutan harta benda istri-istrinya. Dan masih banyak lagi.

Kita tinggal mencontohnya. Dan Allah mengabarkan kepada kita hanya dengan

kesabaran lah kita akan mecncapainya. Dan Allah akan mengganjar baginya surga bagi

hamba-hambaNya yang bersabar. Wallahu alam bishowab !!

Sumber: catatanku…

DICARI WANITA CERDAS

Ada seorang Ikhwan yang mencantumkan CERDAS sebagai kriteria calon

pendampingnya.Dan begitu banyaknya wanita yang ingin disebut sebagai wanita

cerdas. Seakan akan kalau sudah menjadi wanita cerdas ..dunia akan terasa indah..dan

juga bagi ikhwan..mendapatkan akhwat cerdas ..dunia akan berubah rasa..rasa

coklat..stroberri..ato rasa Melon….he..he..Pendeknya menjadi wanita cerdas benar-benar

didambakan..bahkan permintaan semakin banyak.

Tetapi cerdas yang bagaimana sech ?…pasti itu rentetan pertanyaan yang kemudian

akan menyusul.dan kemudian benak kita akan mengembara berusaha menemukan

jawabannya.Kemana kita akan menemukan sosoknya ?

Media massa kita sering sekali mencekoki dengan profil wanita cerdas yang di bentuk

oleh mereka.Bisa berupa wanita yang tangguh dalam orasi dan pembicara seminar yang

OK punya !..bisa juga ia tampil begithu elegant dengan setelan blazernya.Bisa juga

sebagai ilmuwan atau sebagai pengusaha wanita yang tangung di belantara bisnis yang

di dominasi kaum laki-laki.

Begitu juga dunia sastra atau dunia penulisan. Rekaan seorang penulis�.wanita cerdas

tampil dengan berbagai sisinya.Mira W,Maria A.Sarjono,Zarra Zettira ZR,Ayu

Utami..atau beberapa novel Marga T�karir sukses�akademis sukses dan ekonomi baik

juga..konflik yang dibangun banyak berkisar masalah percintaan. Dan justru karena

intrik percintaan inilah..wanita-wanita yang digambarkan cerdas�.berbalik menjadi

begitu bodohnya ..setidaknya begithu menurutku.

Coba kita cermati, wanita cerdas (diva) yang dibangun oleh Dewi Lestari (Dee) dalam

Supernovanya..ia begitu mandiri cerdas dan model berbakat.tapi dia tertelikung oleh

masalah kebebasan pikirannya..lebih memilih menjadi pelacur kelas atas..dengan

bayaran lima ribu dollar sekali pakai..dan dia amat bangga melakukannya.Begithu juga

tokoh Rana..seorang reporter yang sukses..tetapi dijebak juga dengan masalah

percintaan..lebih memilih selingkuh dengan Ferre daripada membangun kembali

pernikahannya yang menurutnya sudah gersang !

Begithu juga dengan kontradiktif wanita cerdas yang dibangun oleh Ayu Utami dalam

Saman dan sekuelnya Larung (yang konon mendapatkan penghargaan).Laila sang

fotografer,Sakuntala sang penari,Yasmin yang aktifis LBH dan Cok yang

pengusaha.Semua digambarkan sebagai wanita-wanita yang cerdas dan mandiri ..tetapi

cinta menghempaskan ke tempat yang malah menghancurkan martabat dan kemuliaan

kaumnya.Bagaimana tidak..konflik yang terbentuk penuh dengan sex bebas.. dunia lesbi

dan tentu saja pelacuran !

Sedikit ataupun sebanyak penokohan yang di ciptakan oleh seorang penulis akan

mewakili pemikiran dan faham yang dianutnya.Dan yang lebih dalam lagi..tentu saja

akan mencerminkan pemahaman agama mereka.

Dilembaran siroh sahabiyah..kita temukan nama Ummu Sulaim. Beliau menerima

pinangan Abu Thalhah dengan keislaman sang calon suami..bukan dengan harta dunia

tetapi dengan keimanan�Juga ketika ia memilih menunda berita kematian anaknya dan

melayani suaminya serta menyampaikan pada saat yang tepat dan dengan dialog yang

hebat.

Dan pada saat ia di takdirkan menjadi Ummul mukminin ia pernah menjadi penasehat

Rosullulloh ketika para Sahabat enggan melakukan perintah Rosullulloh untuk

bertahalul dan berkurban.Dan sejarah mencatat saran yang diberikan oleh Ummu

Sulaim adalah solusi yang jitu keluar dari permasalahan yang ada. Dan kupikir..ialah

sosok wanita cerdas yang sedang aku cari !

Aisyah..sang khumaira, ia adalah ahli hadist..bahkan beliaulah tempat bertanya para

sahabat dan sahabiyah dizamannya.Meriwayatkan banyak hadist dan otaknya di kenal

cerdas. Begitu juga dengan ibunda khodijah.Walaupun seorang wanita tetapi dikenal

sebagai saudagar yang sukses bahkan Nabi Muhammad SAW pernah menjadi

pembawa barang dagangannya.

Wanita-wanita anshar yang begitu mendengar perintah untuk menutup aurot..kain

apapun yang terletak didekatnya, mereka sambar untuk menutup penuh aurot.Ayat

perintah menutup aurot tidak membutuhkan penasiran lain..bahwa yang dimaksud

dengan jilbab adalah kain yang menutupi kepala dan diulur kedada sehingga

menutupinya. Bukan sekedar kain persegi empat yang digunakan untuk menutup

rambut ataupun menjerat lehernya.Mereka menutup aurot karena ketaatannya kepada

Robbnya..bukan alasan mode sekalipun !..dan inilah wanita cerdas itu !

Seorang istri yang berpesan kepada suaminya yang hendak berangkat mencari nafkah,

supaya ia mencarikan untuknya nafkah yang halal karena dirinya dan anak-anaknya

lebih kuat menahan laparnya dunia daripada panasnya neraka !..Sebuah pesan yang

pastilah akan semakin menguatkan cinta dan pengorbanan sang suami. Dan inilah

wanita cerdas itu !

Kisah seorang istri yang diperintahkan untuk tetap dirumahnya walaupun apapun yang

terjadi. Ia memilih tidak menjenguk orangtuanya karena pesan suaminya. Hatta sampai

meninggalnya. Subhannallah..ketaatan suami diletakkan diatas ketaatan orang tuanya.

Dan Rosullulloh mengabarkan orangtua yang mempunyai anak perempuan seperti

ini..ia layak mendapatkan surgaNya.subhannallah ..sungguh wanita yang cerdas dalam

menentukan pilihan.

Wanita cerdas ?..Ia tampak di medan-medan da�wah yang keras..memompa semangat

jihad putra-putranya dan suami-suami nya..Bunda Khonsa..Ummu Bara�..Ibunda

Fatti..Asma binti Abu Bakar..dan sederet panjang nama mereka terukir indah..karena

kecerdasan motivasi meraih SurgaNya.

Mereka berjuang di lembaga-lembaga da�wah yang ada..membina diri, keluarga dan

ummatnya�Menyisihkan waktu yang di amanahkan Alloh SWT kepadanya untuk

kepentingan da�wah…Jalan da�wah telah dijadikannya pilihan..

Wanita cerdas ?..kuharap itu adalah engkau ya saudariku..yang bersungguh-sunggu

meneladani mereka-mereka yang berkilauan di sepanjang jalan da�wah dan sepanjang

ingatan sejarah..Kuharap wanita cerdas itu adalah aku, engkau, dan kita semua..amien !

Untuk ..adhe2ku..katanya mo jadi wanita cerdas ?�buruan..ntar keburu telat !..:-D

Sumber: catatanku

~selesai~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s