TAQWA

Maju mundur? Seperti kendaraan saja ya? Kok bisa sih? Ya, taqwa itu adalah maju mundur. Maju dalam hal berbuat kebaikan dan mundur dalam hal berbuat kemungkaran. Ternyata betul, taqwa itu seperti halnya kendaraan. Kendaraan taqwa ini hanya akan jalan jika diisi dengan hal yang makruf, yaitu segala sesuatu yang baik. Kebaikan merupakan bahan bakar dari kendaraan taqwa ini. Jika suatu kendaraan tidak diisi dengan bahan bakar yang sesuai, pastinya mesin kendaraan tersebut tidak dapat bekerja. Dalam hal ini dapat dipastikan kendaraan ini tidak akan bergerak.

“Aku khawatir terhadap suatu masa yang roda kehidupanya dapat menggilas keimanan. Keimanan hanya tinggal pemikiran, yang tidak berbekas dalam perbuatan. Banyak orang baik tapi tak berakal. Ada orang berakal tapi tak beriman. Ada lidah fasih tapi berhati lalai. Ada yang khusyuk, namun sibuk dalam kesendirian. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis. Ada ahli maksiat rendah hati bagaikan sufi. Ada yang banyak tertawa hingga hatinya berkarat, dan ada yang banyak menangis karena kufur nikmat. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat, dan ada yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut. Ada yang berlisan bijak tapi tak memberi teladan, dan ada pelacur yang tampil jadi figur. Ada orang punya ilmu tapi tak paham, ada yang paham tapi tak menjalankan. Ada yang pintar tapi membodohi, ada yang bodoh tak tau diri. Ada orang beragama tapi tak berakhlak, dan ada yang berakhlak tapi tidak bertuhan. Lalu di antara semua itu di mana aku berada?” (Imam Ali bin Abi Talib R.A.).

Inilah renungan yang harus kita jawab masing-masing tanpa mengkhianati diri sendiri dengan kebohongan yang tidak akan pernah diterima oleh akal sehat manusia sebagai makhluk yang mulia.

Kawan . . .

Ketika kehidupan memberimu seribu alasan untuk menginginkan sesuatu, pahamilah bahwa Allah punya sejuta pengetahuan akan kebutuhanmu. Awali setiap hari indahmu ini dengan rasa syukur, nikmati tiap detiknya dengn ketetapan hati dan akhri kelelahan hari ini dengan seulas senyum dan ikhlas. Cukupkan Allah sebagai saksi dan tujuan, karena Dia-lah sebaik-baik pemberi balasan.

Taqwa itu adalah maju mundur, kawan! Bersanding dengan keimanan yang berperan mengendalikan taqwa. Bahan bakar yang murni untuk menggerakkan mesin agar tetap maju. Menghindari kerusakannya dengan kejahilan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s